PKBM Tirta Pelangi, 29 Okt 2025 – Pelatihan Pertolongan Pertama (PP) Gawat Darurat yang diselenggarakan oleh PKBM Tirta Pelangi menekankan bahwa setiap individu berpotensi menjadi 'Penolong Pertama' yang vital dalam menyelamatkan nyawa sebelum tim medis tiba. Materi ini dibawakan oleh Ardiansah Setyo Nugroho, S.Pi. Gr, seorang Tenaga Sukarela PMI Kec. Sumbermanjingwetan.
Pertolongan Pertama didefinisikan sebagai pemberian pertolongan segera kepada korban yang sakit atau cedera mendadak, sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan. Tiga tujuan utamanya adalah menyelamatkan jiwa korban, mencegah cacat, dan memberikan rasa nyaman.
Prioritas Utama: Keselamatan Penolong
Dalam sesi pelatihan, ditekankan bahwa kewajiban utama Penolong Pertama adalah mengutamakan keselamatan diri sendiri dan orang lain. Penolong wajib menggunakan Alat Perlindungan Diri (APD) untuk mencegah penularan penyakit.
Langkah Kunci Penilaian Korban:
Penolong harus selalu memulai dengan Penilaian Keadaan untuk memastikan lokasi aman. Setelah itu, dilakukan Penilaian Dini yang fokus pada respon korban (Awas, Suara, Nyeri, Tidak Respon/ASNT), memastikan jalan napas terbuka, menilai pernapasan (Lihat, Dengar, Rasakan/LDR), dan memeriksa denyut nadi. Langkah terakhir adalah segera menghubungi bantuan (rujukan).
Materi ini juga mengulas penanganan spesifik untuk cedera umum, seperti:
-
Luka Terbuka: Prioritas pada menghentikan perdarahan dan menutup luka dengan kasa steril untuk mencegah infeksi.
-
Luka Bakar: Penanganan wajib adalah mengalirkan air biasa selama 10-20 menit dan dilarang keras mengoleskan bahan rumahan seperti mentega atau pasta gigi.
-
Pingsan (Sinkop): Korban harus dibaringkan dengan tungkai ditinggikan 20-30 cm di atas jantung. Penolong dilarang memberikan rangsangan bau menyengat langsung ke hidung.
Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat khususnya Peserta Didik PKBM Tirta Pelangi untuk bertindak cepat, tepat, dan benar saat menghadapi situasi gawat darurat.