PKBM Tirta Pelangi, 4 November 2025 – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Tirta Pelangi baru-baru ini menjalani proses akreditasi yang intensif. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kualitas penyelenggaraan pendidikan non-formal yang setara, mulai dari Paket A (SD), Paket B (SMP), hingga Paket C (SMA).

Proses penilaian dilakukan oleh dua Asesor profesional, Bapak Dr. Firsta Bagus Sugiharto, S.Pd., M.Pd dan Ibu Suwarti, S.Pd.AUD., M.Pd. Selama kunjungan, tim Asesor tidak hanya meninjau kelengkapan administrasi dan kurikulum, tetapi juga melakukan serangkaian wawancara mendalam dengan berbagai pihak, mulai dari alumni, wali murid, peserta didik, hingga jajaran tutor.

Alumni Mandiri Berkat Pelatihan Usaha

Salah satu sorotan utama dalam akreditasi ini adalah keberhasilan PKBM Tirta Pelangi mencetak lulusan yang mandiri secara ekonomi. Tim Asesor mewawancarai dua alumni sukses, Devita dan M. Abdul Aziz Sultoni.

Devita, yang kini sukses menjalankan usaha Make-Up Artist (MUA), mengakui bahwa pelatihan keterampilan yang ia ikuti di PKBM menjadi modal utama. "Setelah lulus, saya langsung percaya diri membuka jasa MUA sendiri. Pelatihan dari PKBM sangat praktis dan relevan dengan kebutuhan pasar," ujar Devita.

Senada dengan Devita, M. Abdul Aziz Sultoni, pemilik Barbershop yang berkembang, juga menyampaikan rasa terima kasihnya. "PKBM tidak hanya memberikan ijazah setara SMA, tetapi juga membekali kami dengan keterampilan teknis. Usaha Barbershop ini adalah hasil nyata dari kesempatan belajar di sana," tambahnya.

Wali Murid Berikan Kepercayaan Penuh

Dukungan terhadap program PKBM juga datang dari wali murid. Ibu Windya dan Ibu Fitri, yang diwawancarai secara bersama, menyampaikan apresiasi atas transparansi program pendidikan.

"Kami rutin diundang untuk sosialisasi, baik visi misi maupun kurikulum satuan pendidikan. Hal ini membuat kami yakin bahwa anak-anak kami mendapatkan pendidikan terbaik," kata Ibu Windya.

Sementara itu, Ibu Ika berbagi kisah pilu namun penuh harapan. Beliau menceritakan putranya yang sempat putus sekolah. "Kami berencana anak saya akan melanjutkan di sini, dan setelah lulus Paket C, dia sudah mantap ingin melanjutkan ke SMA di Kota Malang dengan jurusan otomotif. PKBM ini menjadi jembatan bagi masa depan pendidikannya," jelas Ibu Ika.

Testimoni Peserta Didik dari Berbagai Paket

Wawancara juga dilakukan dengan tujuh perwakilan peserta didik dari berbagai jenjang. Meskipun singkat, testimoni mereka mencerminkan lingkungan belajar yang fleksibel dan suportif.

Nama Peserta Didik

Jenjang

Testimoni Singkat

Hanafi

Paket C

"Saya bisa bekerja sambil mengejar ijazah setara SMA, fleksibilitasnya sangat membantu."

Imanuna

Paket C

"Guru-gurunya sabar dan mengerti kebutuhan belajar kami yang sudah dewasa."

Lailatul

Paket C

"Jadwal belajar di sini tidak kaku, membuat saya tetap semangat menyelesaikan pendidikan."

Lilla Maula

Paket B

"Saya akhirnya bisa mengejar ijazah SMP yang sempat tertunda, materinya mudah dipahami."

Fatoni

Paket B

"Banyak praktik lapangan, jadi tidak hanya teori saja."

Rika

Paket A

"Belajar sambil bermain. Teman-teman baru membuat saya semangat datang ke sekolah."

Fadholi

Paket A

"PKBM ini membuat saya percaya diri untuk bersekolah lagi tanpa rasa malu."

Komitmen Tutor dalam Inovasi Pembelajaran

Dari sisi pendidik, para tutor menegaskan komitmen mereka dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif. Pak Darma Wijaya (Tutor Pendidikan Pancasila) menyampaikan, "Kurikulum kami adaptif, memastikan nilai-nilai Pancasila terserap meskipun dengan metode non-formal."

Bapak Rois (Tutor Seni Budaya) menyoroti pentingnya keterampilan, "Seni Budaya di sini bukan hanya teori, tetapi menjadi wadah pengembangan bakat dan kreativitas."

Terakhir, Ibu Nailah (Tutor PAI) menutup dengan pernyataan tentang pentingnya karakter, "Kami fokus pada pendidikan akhlak, memastikan peserta didik tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas dan siap terjun ke masyarakat."

Dengan selesainya rangkaian wawancara dan tinjauan dokumen, PKBM Tirta Pelangi berharap mendapatkan hasil akreditasi terbaik sebagai pengakuan atas komitmen mereka dalam memberikan kesempatan pendidikan yang merata dan berkualitas.